Ketika Sepi adalah Teman

#HariKe9

 

“Sepi adalah teman, ia menolongmu memperhatikan diri sendiri.” – @zarryhendrik

Deg. Masih terlalu pagi ketika kemarin tweet tersebut meluncur begitu saja di linimasa saya. Tidak butuh waktu lama untuk membaca dan memahami kalimat dengan delapan kata dan satu buah koma tersebut. Tidak butuh waktu lama untuk pada akhirnya tersadar, lah iya juga, kalau sepi tidak ada, apa pernah kita memikirkan kita?

Tweet itu sendiri perlahan-lahan tergambar pada apa yang ada dalam realita. Iya, sepi membuat kita memerhatikan diri sendiri. Tidak ada yang mengganggu. Kita dipersibukkan dengan segala pertanyaan dan pernyataan tentang diri sendiri. Entah itu mengorek kesalahan-kesalahan, memikirkan kembali apa yang pada hari itu kita lakukan, memuji diri pada apa yang pantas dipuji, atau mencari cara untuk membenahi diri.

Sepi itu penting.

Maka dari itu, jangan pernah menyalahkan sepi, karena tidak sepenuhnya sepi yang salah. Namun juga jangan terlalu sering bermain dengan sepi, kita juga harus berteman dengan keramaian.