Badnesday

*Hari ke-30! (Hari terakhir project #30HariBercerita)

“What day is it? Is it Wednesday?”

“Not wednesday anymore. It’s a badnesday.”

Jika saja sekarang saya diberi kesempatan untuk menekan satu dari sekian banyak tombol, maka yang akan pertama kali saya pilih adalah tombol “hapus hari ini”. Setelah beberapa detik proses berjalan, kemudian saya akan terlempar ke hari esok; kamis. Namun jika ternyata hari kamis esok akan sama buruknya dengan hari ini, saya akan berharap mendapat kesempatan “menekan tombol” lagi.

Rencana karut marut.

Masalah tak berbuntut.

Pikiran kalut.

Muka cemberut.

Hati kusut.

Mungkin semesta sedang berkonspirasi membuat saya benci rabu (ini). Atau mungkin saya memang sengaja diuji. Di atas sana, Sang Penguasa Semesta mengamati gerak-gerik saya. Mencari tahu seberapa kuat atau seberapa lemah saya menghadapi masalah kecil-namun-besar ini. Saya (harus) kuat, Ya Allah.

Semoga kekelabuan rabu ini tidak menular pada kamis esok, jumat esok, rabu berikutnya, dan setiap hari seterusnya.

Semoga segala masalah yang seperti awan hitam tebal ini terselesaikan dengan sendirinya, menyingkir dan memperlihatkan sinar matahari yang tertutupi olehnya. Jika ia tidak bisa selesai dengan sendirinya, semoga ada petunjuk yang menuntun saya untuk menemukan penyelesaiannya.

Iklan

2 thoughts on “Badnesday

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s