Tubuh Hujan

(Hari Ke 27)

 

Sendi-sendi hujan merangkul kukuh kenangan
Anteng seperti bayi dalam gendongan

Betis hujan tekun mengayunkan rindu

Membawanya berkeliling selepas petang

Hanyut pada lautan yang lugu

 

Lututnya adalah cawan luka

Kau bisa menitipkan dukamu di sana

Sementara ia meminjamimu bahagia

Sampai-sampai kau lupa mengembalikannya

 

Tangan hujan tak sedingin tubuhnya

Di sana, sekantong bubuk harapan tergenggam

Bila mana hujan jatuh, bubuknya beterbangan

Terlempar ke atap rumah

Terjatuh di tanah basah

Atau menyentuh wajah-wajah yang pasrah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s