Sad Movie (Review Seadanya)

(Hari ke 26)

sad_movie_korean_2005_movies_poster

 

 

Sad Movie merupakan film asal Korea yang muncul pada tahun 2005 –sehingga saya teramat ketinggalan zaman karena baru menontonnya sekarang. Meski cukup lawas, setting di film ini tidak terlihat lawas kok. Berdasarkan judulnya pun, dapat dipastikan bahwa film ini mengarah pada kesedihan. Meski pada akhirnya sad ending, ada beberapa bagian yang membuat kita terharu atau tersenyum kecil karenanya.

Film yang terlihat sederhana namun apik ini terbagi menjadi empat bagian yang masing-masingnya memiliki kisah yang berbeda.

Kisah pertama, bercerita tentang seorang perempuan penyiar berita ramalan cuaca di televisi dengan kekasihnya yang seorang pemadam kebakaran. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja hingga suatu ketika si gadis mendapati berita bahwa si pria hampir mati ketika sedang bertugas. Kemudian tentu saja karena kecemasan tersebut, si gadis memohon pada si pria untuk berhenti dari pekerjaannya. Dengan memberi penjelasan, si pria menggeleng. Oleh karena itu, si gadis selalu berharap si pria untuk segera melamarnya sehingga ia dapat melarang dan memaksa si pria berhenti dari profesinya yang penuh resiko itu.

Kisah kedua, tentang seorang gadis bisu yang merupakan adik dari gadis pada kisah pertama. Sehari-harinya, gadis yang juga memiliki luka bakar pada pipinya ini bekerja sebagai boneka penghibur di sebuah taman bermain. Pada suatu hari, ia tertarik pada seorang pria yang sering melukis di area taman itu. Mulai dari mengembalikan lukisan si pria yang terjatuh, hingga sering mengunjungi atau menggodanya, si gadis jadi sering berinteraksi dengan si pria. Di sisi lain, si pria merasa penasaran dengan wajah asli si gadis yang setiap harinya tertutupi kostum boneka. Awalnya si gadis selalu menolak untuk menampakkan wajah aslinya hingga terdengar kabar bahwa si pria akan pergi ke luar negeri. Maka dari itu, sebagai hadiah perpisahan, si gadis bersedia untuk menampakkan diri dan dilukis oleh si pria.

Kisah ketiga, tentang pria pengangguran yang berpacaran dengan seorang gadis penjaga kasir sebuah supermarket. Karena merasa si pria tidak memiliki masa depan yang cerah, si gadis memutuskan hubungan mereka. Si pria tidak hentinya berusaha mencari pekerjaan hingga akhirnya ia menemukan sebuah profesi unik, yaitu jasa pemutusan hubungan. Meski telah gigih mencari uang, tetap saja si gadis menolak menikah dengannya hingga pada akhirnya ia mengirim pesan pada si pria sebagai klien jasanya, dengan pesan permohonan untuk menjauh darinya.

Kisah keempat dan merupakan kisah yang paling saya suka. Tentang seorang anak yang selalu merasa kesepian karena ibunya sibuk bekerja. Pada suatu hari, si ibu bertemu dengan guru si anak dan diperlihatkan buku harian anaknya yang berisi gambar atau cerita yang menunjukkan bahwa si anak benci pada si ibu. Tanpa terduga, si ibu divonis mengidap penyakir mematikan sehingga setiap harinya harus terbaring di rumah sakit. Namun, kesempatan ini membuat si anak selalu bisa menemui ibunya setiap pulang sekolah. Sampai-sampai pada buku hariannya ia menulis sebuah doa agar ibunya selalu sakit sehingga ibunya selalu ada untuknya. Si anak pun tanpa sengaja menemukan buku harian si ibu yang setelah membacanya, si anak mengerti betapa ibunya amat menyayanginya.

Meski judulnya membuat endingnya dapat ditebak, menonton film ini membuat setiap orang apalagi penggila drama berurai air mata –termasuk saya. Jadi, sekian review seadanya ini. Akhir kata, menurut saya, film ini patut ditonton dengan sekotak tissue di genggaman!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s