Dialog #2 : Telepon

(Hari ke 24)

 

“Apa kau sudah bertemu dengannya?”

“Belum.”

“Kau tahu di mana dia sekarang?”

“Tidak.”

“Kau sudah mencoba mencarinya?”

“Belum.”

“Mengapa kau tidak berusaha mencarinya?”

“Aku takut.”

“Takut? Takut kenapa?”

“Takut jika dia sudah tidak mengingatku.”

“Ha ha ha. Kau ini lucu. Kau bahkan sudah membuat spekulasi yang berlebihan!”

“Tetapi sungguh, aku pun tidak tahu apa yang harus kukatakan ketika telah bertemu dengannya.”

“Bukankah kau punya nomor handphone-nya?”

“Iya.”

“Dasar bodoh, tunggu apa lagi! Segera telepon dia!”

“Tapi… Sudah kubilang, aku takut.”

“Bukankah kau merindukannya?”

“Iya.”

“Kalau begitu, segera telepon dia!”

 —

Tit. Tut. Tit. Tut. Tit. Tut. Tit. Tut. Tit. Tut. Tit. Tut.

Dreeettttttt….. Dreeettttttt….. Dreeettttttt…..

“Rindu yang Anda miliki tidak cukup untuk melakukan panggilan ini. Segera isi ulang dan…”

Tuuuuttttttt…..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s