Lebur, Lebar, Libur

(Hari ke 19)

 

Lebur

Langkah-langkah kaki tak serapat dahulu. Mata-mata tak setemaram dahulu. Dahulu? Padahal baru kemarin berakhir, rasanya seperti telah menelan pil besar bongkahan waktu. Dua minggu dijerang kalut, empat belas hari dientahkan resah, 336 jam diremukkan amuk, 20160 menit melelah pasrah, dan 1209600 detik yang diam-diam tidak dihitung hingga hari ini tiba. Hari di mana segala kalut, resah, amuk, dan lelah pasrah sontak melebur.

…melebur untuk kemudian membentuk lagi? Entahlah, (untuk sementara) aku tidak peduli.

 

Lebar

Dahulu, harapanku tidak sama lebarnya dengan rasa takutku. Rasa takutku lebar, mudah untuk dijabar dan menumbuhkan segala debar. Tetapi, aku sedang berhasil mengajarkan rasa takutku untuk bersabar. Untuk sekadar mengalah dan mengecil.

 

Libur

Ini hari libur, mengapa harus sibuk dengan rasa takut dan harapan? Entahlah. Jangan meribetkan diri pada sesuatu yang pada akhirnya meributkan diri. Akan ada lebih dari 1814400 detik untuk membiarkan segala yang harus lebur untuk melebur dan membiarkan segala yang harus lebar untuk melebar.

 

Selamat berlibur!

Hidup mahasiswa Indonesia!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s