Apa Kabar “Kita”?

(Surat ke tiga, hari ke empat)

 

Hello,

Ainun Nisa Nadhifah yang tjantik,

Bernita Nur Cahyani yang juga tjantik,

dan Zakiyah Arrohmah yang tidak kalah tjantik,

apa kabar kalian?

Geli kan membaca judul di atas? Sama. Aku pun.

Satu-satunya alasan mengapa aku menulis surat ini adalah… aku rindu.

Aku rindu tingkah-tingkah ala abege labil kita semasa SMA. Meski terkadang, ada beberapa bagian yang membuatku berpikir, “kok bisa ya aku dulu kaya’ gitu?”

Aku rindu makan siang-makan siang yang kita dapati bersama, mulai dari warung tenda di depan sekolah, hingga restoran cepat saji sebagai lokasinya.

Aku rindu celoteh-celoteh konyol, percakapan-percakapan nggak jelas, curhat yang tidak pada tempatnya, dan hal-hal lain yang menjadikan kita betah berjam-jam duduk di sebuah tempat makan untuk sesi makan yang tidak sampai lima belas menitan.

Aku rindu canda tawa yang kita sebab dan akibatkan ada. Kericuhan kecil yang menjadikan kita pusat pandangan orang-orang sekitar.

Hai, kalian!

Masih ingat empatche?

Om Bulet?

#gomballabil?

…dan hal-hal menggelikan lainnya?

Iya, aku rindu dan iri pada episode-episode tak bernomor itu.

Lalu, maukah “kita” mengulangi atau setidaknya membahasnya suatu waktu? :’>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s