Peramu Kata

Sajak Buat Istri yang Buta dari Suaminya yang Tuli

Maksud sajak ini sungguh sederhana.

Hanya ingin memberitahumu bahwa baju
yang kita kenakan saat duduk di pelaminan
warnanya hijau daun pisang muda, tetapi
yang membungkus kue-kue pengantin
adalah daun pisang tua. Memang keduanya
hijau, tetapi hijau yang berbeda, Sayang.

Di kepalamu ada bando berhias bunga,
kau merasakannya tetapi mungkin tidak
tahu bunga-bunga itu adalah melati putih.
Sementara di kepalaku bertengger sepasang
burung merpati, juga berwarna putih.

Aku selalu membayangkan, hari itu, kita
seperti sepasang pohon di musim semi.
Kau pohon penuh kembang. Aku pohon
yang ditempati burung merpati bersarang.

Aku lihat, orang-orang datang dan tersenyum.
Mereka berbincang sambil menyantap makanan.
Tapi aku tak dengar apa yang mereka bincangkan.
Maukah kau mengatakannya padaku, Sayang?

Bukan, Bukan saya yang mengarang puisi di atas. Saya tidak sehebat itu untuk menciptakan puisi sebagus itu. Melainkan Aan Mansyur yang lebih termahsyur sebagai @hurufkecil a.k.a Kak Tomat. Puisi tersebut saya ambil dari blognya. Sederhana saja, saya mengagumi beliau. Mulai dari tulisan-tulisan berkarakter-kurang-dari-140 yang Beliau kocar-kacirkan di linimasa saya yang mampu membuat saya tersentuh, tersenyum kecil, hingga puisi-puisi atau cerpen karangannya yang membuat logika saya menyala. Bagi saya, beliau adalah seorang peramu kata yang lebih dari sekadar “cerdas”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s