Sebelas Januari

#HariKe11

 

“Apa kau tahu mengapa aku suka sebelas Januari?”

“Memangnya kenapa?”

“Coba saja tebak.”

“Hari ulang tahunmu?”

“Tentu saja bukan.”

“Lalu apa?”

“Coba tebak terus saja.”

“Karena hari ini kau punya uang banyak?”

“Jika uangku banyak, seharusnya tadi siang aku mengajakmu ke restoran seafood ternama, bukannya warung bakso pinggir jalan.”

“Oh… Pasti kau mendapat hadiah dari ayah atau ibumu?”

“Hadiah apa? Kau pikir aku ini anak kecil yang bisa kegirangan seharian hanya karena hadiah?

“Kucingmu akhirnya bisa bahasa manusia? Atau kau berhasil pup setelah berhari-hari menahannya?”

“Hahaha… Ngawur sekali jawabanmu…”

“Lalu apa? Rasa penasaranku ini sudah mencapai titik maksimal…”

“Baiklah, karena jawabanmu sudah semakin ngawur, langsung saja akan kuberi tahu mengapa aku menyukai sebelas Januari…

… yaitu kehadiranmu.”

“…”

Kemudian bulan dan bintang tertawa bersama, lanjut bercerita sampai shift kerja mereka berakhir. Sampai kain besar hitam yang mereka baringi ditumpahi cat putih. Konon mereka sahabat sejati, yang apa pun terjadi, selalu bersedia mendampingi -meski pun sang bintang terkadang ‘garing‘ seperti itu.

 

“Sebelas Januari bertemu, menjalani kisah cinta ini. Naluri berkata engkaulah, milikku… “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s