Percakapan Sederhana

*(Cerita pengganti hari ke-empat)

 

“Dih, baru hari ke empat sudah bolos dan main hutang!” teriak hati kepada kepala saya.

“Bukan begitu, Kemarin memang tidak ada bayangan atau ide mau nulis apa…” balas kepala.

“Tidak ada ide atau memang tidak berniat mencari ide?”

“Hih, okay, mungkin yang ke dua juga ada benarnya. Kemarin rasanya tidak ada jalan atau petunjuk untuk memperoleh ide. Tetapi, memangnya apa urusanmu dengan perkara ini?”

“Hmm… Tentu saja aku berhak turut andil dalam perkara ini, La! Tanpa kau sadari dan ketahui, apa yang kurasakan terkadang menjadi sumber inspirasi untuk pemilikkita. Maka dari itu, kadang pemilikkita mengambil sebagian yang ada pada diriku untuk dihubungkan menuju dirimu dan terciptalah muntahan ide-idemu yang sebenarnya berawal dariku.”

“Nah, kalau begitu, ketika kemarin aku membolos beride karena tidak ada ide, bukankah seharusnya kemarin kamu membantuku memperoleh ide?”

“Eh, kalau itu… Entahlah, aku sendiri juga tidak mengerti. Kemarin pemilikkita tidak mempergunakanku secara optimal. Ia terlalu sibuk dengan urusan lainnya. Ia tidak melakukan sesuatu yang membuat impuls ideku menyala, alhasil aku pun tidak mampu menyetor ide untukmu.”

“Jadi, pada akhirnya, yang salah adalah pemilikkita?”

“Hahaha, mungkin juga seperti itu…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s