Fisika dan Segala Problema di Dalamnya

*Ditulis dalam keadaan jenuh-yang-seharusnya-tidak-boleh-tercipta terhadap fisika

Menghabiskan waktu tiga tahun duduk di dalam kelas IPA di Sekolah Menengah Atas, memilih mengikuti ujian tulis IPA dalam SNMPTN hingga akhirnya lolos dan resmi menjadi mahasiswi Teknik Kimia UGM, memastikan saya untuk tidak bisa menolak berkutat dengan mata pelajaran atau mata kuliah fisika. Memilih kehidupan jenjang pendidikan yang tidak dapat mengelakkan keberadaan fisika di dalamnya, bukan berarti saya adalah seseorang yang ‘mengidolakan’ fisika. Karena sungguh dan entah apa yang menyebabkan saya bertahan, sekarang fisika masih menjadi beban-dengan-berat-tak-hingga yang bahkan malam ini, mau tak mau membuat saya harus tetap terjaga -mengigat pada Ujian Akhir Semester yang dimulai esok senin, ia aktor utama pada hari pertama.

Fisika adalah pilihan yang mengait pada pilihan lainnya. Ya, tentu saja pada awalnya yang saya putuskan untuk dipilih bukanlah fisika. Namun, untuk memilih apa yang saya ingin pilih, fisika terpaksa turut dipilih. Dan di sini lah hebatnya fisika.

Saat SMA, saya bukan seorang siswi yang dihafal guru fisika karena kepandaiannya. Saya pun tidak pernah termasuk dalam klub olimpiade fisika -pun dengan mata pelajaran lainnya juga sih. Dan tentunya saya bukan seorang siswi yang nilai fisikanya mampu menggemparkan seluruh jagad semesta saking sempurnanya. Saya adalah saya, yang entah mengapa kini dienggankan oleh fisika.

Tidak genap lima bulan telah saya jalani dengan menyandang status sebagai mahasiswi teknik kimia, semester pertama hampir ditutup, dengan berbagai quiz dan Ujian Tengah Semester yang tidak mampu mengembangkan senyum di bibir saya, apakah fisika akan membuat saya mundur begitu saja? Tidak. Mengapa tidak? Sederhananya, saya hanya harus paham dan sadar, ini belumlah sepersepuluh dari apa yang disebut sebagai sepenuhnya usaha. Untuk menjadi apa yang diinginkan fisika, saya hanya harus sedikit lebih berusaha. Ah, sedikit? 😐

Sekian. Selamat malam, manusia-manusia yang sedang berada dalam kondisi yang sama dengan saya. Percayalah, (semoga) sejatinya fisika tak seburuk yang kita duga.

Iklan

One thought on “Fisika dan Segala Problema di Dalamnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s