Lelahmu Sirna

Peluh-peluh yang mengeluh di gelombang pipimu seakan tak mau tahu dengan lelah yang engkau niatkan untuk disembunyikan. Ia menampakkan diri sebagai duka yang tak semestinya engkau simpan dalam tabung kesedihan. Ia menegaskan apa yang engkau taruh di belakang punggungmu; lelah pasrah yang enggan mengalah. Hingga kemudian lagi-lagi senyummu berperan sebagai penipu ulung; menyamarkan apa yang tertampak jelas dari kerutan di dahimu, dalam kerutan di lengan dan kakimu.

Namun tekadmu nampaknya lebih tegas dari patukan burung kenari yang melubangi pepohonan trembesi. Siapa yang mampu menggoyahkan -bahkan jika itu pun badai yang mampu merobohkan tembok paling tegar di semesta? Tekadmu yang membulat lebih bulat dari bayangan bulan di atas permukaan air itu mampu meniadakan apa yang kita sebut sebagai lelah. Tekadmu untuk melengkungkan bibirku hingga melawan bentukan pelangi. Agar aku bercahaya lebih dari apa yang bisa dibuat matahari. Agar aku mampu berjalan lebih lurus dari segala sesuatu yang ada di bumi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s