#MomenBerkilau #1 : di-retweet @fiksimini

“PILIH GERAK LAMBAT ATAU CEPAT?” “Ribet sekali! Bukankah kau hanya harus mengambil nyawaku?” – @itashn

Sesungguhnya, sekadar di-retweet terlalulah sederhana untuk disebut sebagai sebuah momen berkilau. Namun karena yang me-retweet adalah @fiksimini yang tidak sembarang me-retweet karya fiksimini seseorang, fiksimini saya di-retweet olehnya adalah sebuah kebanggaan besar -tentunya mengingat sudah puluhan kali saya mencoba membuat fiksimini dan tidak pernah di-retweet.

Fiksimini di atas seketika menyeletuk ketika pada tanggal 24 Oktober 2012, @fiksimini menyebutkan #topikfiksimini : bergerak. Dan entah perkara apa yang menjadikan sore itu tampak bahagia, tetiba tab replies berisikan notifikasi retweetisasi orang-orang terhadap fiksimini saya  tersebut -termasuk oleh @fiksimini itu sendiri.

Dan tak lupa, karena begitu bahagianya dan saking noraknya, saya spontan memasukkannya ke dalam koleksi tweet favorit!

Image

Coba tengok saja timeline @fiksimini di sini, ratusan karya fiksimini yang memaksa untuk diucapi “Wow!” bertebaran hebat di sana.

Semoga ini kali pertama yang bukan terakhir karyaku di-retweet. Mari berfiksimini-ria!

Iklan

Lelahmu Sirna

Peluh-peluh yang mengeluh di gelombang pipimu seakan tak mau tahu dengan lelah yang engkau niatkan untuk disembunyikan. Ia menampakkan diri sebagai duka yang tak semestinya engkau simpan dalam tabung kesedihan. Ia menegaskan apa yang engkau taruh di belakang punggungmu; lelah pasrah yang enggan mengalah. Hingga kemudian lagi-lagi senyummu berperan sebagai penipu ulung; menyamarkan apa yang tertampak jelas dari kerutan di dahimu, dalam kerutan di lengan dan kakimu.

Namun tekadmu nampaknya lebih tegas dari patukan burung kenari yang melubangi pepohonan trembesi. Siapa yang mampu menggoyahkan -bahkan jika itu pun badai yang mampu merobohkan tembok paling tegar di semesta? Tekadmu yang membulat lebih bulat dari bayangan bulan di atas permukaan air itu mampu meniadakan apa yang kita sebut sebagai lelah. Tekadmu untuk melengkungkan bibirku hingga melawan bentukan pelangi. Agar aku bercahaya lebih dari apa yang bisa dibuat matahari. Agar aku mampu berjalan lebih lurus dari segala sesuatu yang ada di bumi.