Berbatas Batas

Batas-batas terkadang memaksa kita untuk melonggarkan pelukan

Mengumbar salam perpisahan

Hingga tangan kita sulit untuk saling menggapai

Sulit untuk saling tercapai

 

Batas-batas menggunungkan rindu yang hendak menjenuh di pelupuk mata

Meresahkan segala guratan cerita yang hampir tercipta

Ia mengajarkan kita bersabar

Dengan menggetarkan segala debar

 

Batas-batas terkadang meneriakkan gegap hampa

Menalikan kekosongan yang mengantarakan

Mengaitkan seusai melepaskan

Mendekatkan seusai menghempaskan

 

 

Jogja, 26 Agustus 2012.

*Malam pertama di kos, dihimpit kerinduan akan ‘rumah’.

Kita

Kita adalah sepetak tanah yang lupa dihujani

Perih mengering

Hingga air mata memilih untuk membasahi sendiri

 

Kita adalah buku yang sampulnya tinggal separuh

Luruh bersama hati yang kian mengeruh

Per halaman kini saling menjauh

 

Kita adalah setangkai harap yang dilupakan

Ditinggalkan di pekarangan belakang

Hingga aus pupus digerus angan

 

Kita adalah pepohonan rimbun di tengah ganasnya api

Satu… Dua… Tiga…

Perlahan kita lenyap dikelami janji

 

 

Sragen, 15 Agustus 2012