Senja Sendu

Senja semestinya tak sesendu ini

Ada banyak bahagia yang seharusnya dibawa angin sore

Ada banyak senyuman yang seharusnya ditinggalkan matahari yang tak kunjung pergi

 

Namun tak begitu

Kelabu selalu datang di tempat yang tak pernah kita duga

Air mata bisa jatuh kapan saja, entah di cuaca apa

 

Mungkin kita yang terlalu sibuk percaya bahwa duka tak pernah ada

Hingga akhirnya bebola bening menyegarakan pipi

Beriringan dengan takdir yang jatuh dari langit

Tanpa sebuah pun perkara

Tanpa senoktah pun problema

 

Lantas duka menjatuhkan diri

pada tempat yang ia suka, termasuk hati manusia

Ditepuk-tepuknya dada kita,

dan sesegera mungkin menutupnya

dengan pintu baja yang tak tampak

Yang tak sekalipun terlihat oleh indera

Agar tak sedikit pun cahaya yang mampu menghidupkannya

 

Namun, ada kalanya, kita diharuskan percaya

bahwa oleh waktu, kelabu mampu berurai menjadi jingga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s