Rupa

Bola matamu

Seperti hunus pedang

Yang bahkan tak ingin kutancapkan pada apapun

Kecuali mataku sendiri

Lantas aku terpaku kembali

 

Kerut senyummu

Yang melingkar sederhana

Tanpa kutahu,

Menjadi harapan yang paling kupuja

Dan darinyalah rindu mengunyah masa

 

Kelopak bibirmu

Lebih dikuasai sunyi

Dibanding lantunmu sendiri

Tapi indahnya masih bisa dibagi

Yang hanya ingin kumiliki sendiri

 

Lalu, biarkan dari sorot matamu yang ditangkap sarafku

Menjalar menuju bibir hampir merah mudaku

Dan lengkingnya melengkungkan senyumku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s